Tanggungjawab

Namanya Taralyn dipanggil Ty. Waktu itu saya ajak dia memotret kehidupan warga lokal yang sederhana. Sampailah kami rumah sebuah keluarga kecil. Ibu sedang menanam jangung dan kacang panjang di halaman rumah dan bapak memberi makan tiga ekor sapinya. Bagunan rumah dari kayu dan pagar bambu. Sederhana namun sangat indah. 

Saya mengatakan pada Ty "some of people will thinking this is poor life, but in another poin of view simple life is wealth".

Setelah selesai memotret diajaknya saya ngopi di Starbucks. Sambil menunggu hujan reda kami ngobrol di teras atas "Tempatmu (Lombok) akan menjadi gemerlap seperti Bali tapi salah satu konsekuensi yg mungkin terjadi adalah keindahan alamnya akan rusak." 

Saya mengiyakan pernyataanya tersebut, Karena pembagunan semakin marak, pemerintah mengundang investor besar-besaran, bukit-bukit digunduli. Banyak orang pengen kaya, punya banyak bisnis dan properti kekayaan bagi mereka adalah banyak uang, mobil mewah, rumah bertingkat.

Ty menabahkan "kekayaan tidak selalu seperti itu. semakin banyak barang yang kamu bawa semakin susah kamu bergerak. Semakin banyak hal yg kamu miliki semakin besar tanggungjawabmu. Contohnya, ketika kamu punya mobil mewah kamu akan mengeluarkan banyak uang untuk perawatan dan pajaknya. Jadi, hidup sederhana (simple life) juga bisa ditafsirkan kekayaan."

Betul saja yg dikatakannya. Dari banjir kemarin yg disebabkan oleh keinginan untuk bermegah-megahan, bermewah-mewah, dan tidak memperhatikan konsekuensinya, maka alam menuntut tanggungjawab.

Mari bersahabat den gan alam.