Ada orang kadang berpikir negatif kayak "ohh dia tuh bisa masuk kerja di situ karena dia punya orang dalam".
Punya orang dalam tak selalu negatif.
Orang dalam adalah orang-orang yang kenal kita dengan baik dan percaya sama kita. Kalau sudah percaya maka kalau ada pekerjaan kita akan diajak kerja sama dia atau merekomendasikan kita ke temen-temennya yang sedang butuh orang untuk bekerja.
Rekan kerja kita dulu atau saat ini bisa saja menjadi orang dalam kita suatu hari nanti asalkan kita dipercaya, hasil kerja kita bagus dan disukai. Karena orang juga akan merekomendasikan yang kerjanya bagus, attitudenya bagus dan dapat dipercaya.
Orang tidak akan merekomendasikan yang kerjanya dan atau attitudenya jelek. Karena itu juga akan mempengaruhi reputasinya. Jika orang yang di rekomendasikan attitude dan hasil kerjanya buruk maka dia juga tidak akan dipercaya lagi nantinya untuk merekomendasikan orang.
Dan sebaliknya, jika kita posisinya sebagai orang dalam pasti kita akan memilih orang-orang yang kita percaya untuk kita ajak bekerja di tempat kita atau kita rekomendasikan ke tempat lain.
Jadi, ini tentang bagimana perilaku kita dan bagaimana hasil kerja kita yang intinya bagaimana kualitas pribadi kita. Apakah orang suka dan percaya dengan kualitas kita. Ini juga tentang relasi. Semakin banyak orang yang kenal dan percaya sama kita, maka peluang semakin besar.
Kita sedang membahas konteks bekerja di perusahaan swasta ya. Kalau orang dalam untuk bekerja di organisasi pemerintah (dinas) mungkin beda cerita.
