Ranah Personal dan Profesional

                               unsplash.com/meeting

Gue tamatan SMK Pariwisata jurusan Akomodasi Perhotelan. Sekolah kami dulu mengadakan praktek kerja industri (prakerin) atau biasa kami sebut juga program Training selama 6 bulan ketika naik kelas dua. Ada yang berangkat di semester satu dan ada juga yang berangkat di semester dua.

Karena kami baru terjun di industri atau baru pertama kali melihat dan mengalami cara orang bekerja di hotel dan akan berintersksi juga dengan tamu-tamu di sana maka guru kami berpesan agar kami menjaga perilaku selama di industri. Dan kami juga membawa nama baik sekolah.

Setidaknya ada dua pesan dari guru kami yang sangat melekat dan sampai saat ini masih gue pakai ;

Yang pertama adalah jangan mengambil barang di hotel baik milik hotel atau pun tamu. Guru kami berpesan jangan mengabil walau itu sebiji jarum. Kalau itu uang jangan mengambilnya walaupun itu 100 perak.

Poin yang mau di sampaikan guru kami pada saat itu bukan hanya jangan mencuri tetapi jangan mengambil apapun walaupun kamu menganggap barang itu tidak berharga.

Supaya nanti kalau misalkan ketemu uang pikirannya bukan "ahh cuma 1 dolar, ambil aah buat koleksi (bukan buat belanja). Tamunya juga pasti nggk keberatan, orang cuma 1 dolar..". Supaya tidak begitu. 

Yang kedua, jangan bawa urusan pribadi ke tempat kerja. Atau dalam kalimat lain, pisahkan antara ranah personal dengan ranah profesional. Dan guru kami menyampaikan dengan lebih sederhana. 

Beliau mengatakan kurang lebih begini, jika kalian ada masalah di luar misalnya dimarahin orang tua, berantem dengan adek/kakak, berantem atau putus dengan pacarmu maka jangan bawa itu ke tempat kerja. Kamu marah, sedih, jengkel dengan keadaan diluar tinggalkan itu di luar dulu. Ketika masuk kerja dan kamu memakai uniform maka kamu harus senyum, kamu harus ceria, harus bahagia, harus ramah tanpa peduli keadaanmu di luar. Jangan bawa mood negatifmu ke tempat kerja. Jika kamu bisa melakukannya (dan harus bisa) maka itulah salah satu bagian yang disebut profesional. 

Kedua hal itu yang menurutku ilmu banget dan ngena baget.